Kamu pasti pernah bertanya, kenapa setiap akan turun hujan udara akan menjadi panas dan disertai awan mendung? Ternyata dua hal ini memang berkaitan dengan turunnya hujan. Hujan terjadi akibat proses evaporasi. Di mana proses evaporasi terjadi ketika air yang ada di laut, sungai, hingga danau ataupun genangan sumber air lainnya mengalami penguapan yang disebabkan oleh sinar matahari. Dikutip dari laman Tekno.tempo.co yang mengambil sumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) udara panas atau suasana gerah sebelum hujan secara meteorologis disebabkan oleh suhu udara yang panas disertai dengan kelembaban udara yang tinggi.
Selain itu udara panas juga dipengaruhi oleh terbentuknya awan. Awan pada dasarnya terbentuk ketika air yang ada di laut, danau, dan sungai mengalami penguapan. Sinar matahari membuat air menguap ke atas menjadi gas. Kumpulan gas-gas hasil penguapan itu berkumpul dan jadilah awan. Nah, ketika gas yang tadi naik ke atas suhunya panas karena merupakan hasil penguapan. Gas panas ini bertemu dengan udara dingin di atas. Pada saat udara panas bertemu dengan udara dingin, terbentuklah awan yang lebih tebal atau yang kita kenal dengan awan mendung. Semakin lama, udara yang bercampur semakin banyak. Ketika awan mendung terbentuk, di dalam awan itu akan terjadi proses perubahan uap air menjadi air. Nah, pada saat itulah, awan akan melepaskan panas ke udara.
Awan mendung ini posisinya berada lebih di bawah awan-awan yang lain, tidak terlalu tinggi jaraknya dengan kita. Maka dari itu, udara panas yang dilepaskan awan mendung itu akan lebih terasa panas. Awan mendung ini biasanya besar dan tebal hingga menyebabkan warnanya gelap keabu-abuan. Meski awan berwarna gelap air hujan yang turun ke bumi tidak berwarna gelap. Hal ini disebabkan karena tetes-tetes air yang berada di bagian atas awan menyebarkan sebagian cahaya matahari. Bagian awan yang di bawah tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup untuk disebarkan dan sampai ke mata kita. Karena itu bagi kita yang ada di bawah melihat awan akan tampak berwarna abu-abu gelap. Setelah awan berubah menjadi gelap, pasti akan ada kilatan petir yang terjadi. Petir dan awan mendung juga merupakan tanda-tanda hujan. Namun tak dapat dipungkiri, kadang kita juga melihat hujan turun saat hari cerah dan awan yang nampak putih. Dengan kondisi yang tidak bisa diprediksi seperti ini baiknya selalu siapkan jas hujan Ibex di jok motormu. Agar kamu merasa aman saat bepergian. Karena jas hujan ibex itu #nggakribet dibawa ke mana pun.

Leave a Reply