Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-graphql domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/ibexrain/public_html/wp-includes/functions.php on line 6114

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/ibexrain/public_html/wp-includes/functions.php on line 6114
Mengenal Sejarah Mantel Hujan - IBEX Rainwear Ibex Rainwear

Mengenal Sejarah Mantel Hujan

·

·

Mantel Hujan

Mantel hujan atau yang biasa disebut sebagai jas hujan menjadi salah satu benda yang wajib dimiliki ketika menghadapi musim hujan. Mantel hujan dibuat memang untuk memudahkan kita dalam beraktivitas di luar ruangan saat hujan turun, terlebih untuk para pengendara roda dua. Jas hujan juga digunakan untuk melindungi diri agar tidak basah terkena air hujan. Namun, pernahkan kamu berpikir bagaimana asal mula jas hujan ini ditemukan dan menjadi benda yang sangat membantu manusia di kehidupan sehari-hari seperti saat ini? Di artikel kali ini, IBEX akan berbagi informasi mengenai sejarah ditemukannya mantel hujan. Yuk kita simak! 

Mantel hujan sendiri sudah ada sejak 1823 ketika Charles Macintosh mematenkan jas hujan berbahan karet yang disebut “plastic mac”. Ahli kimia asal Skotlandia ini menggunakan karet untuk membuat pakaian menjadi tahan air. Pada saat itu Macintosh menggunakan bahan-bahan sisa dari pabrik gas untuk dapat membuat jas hujan. Namun, penemuan ini masih memiliki beberapa kekurangan antara lain baunya yang kurang sedap, bahan yang mudah sobek ketika dijahit, dan proses pembuatannya yang dinilai cukup berbahaya. 

Berangkat dari beberapa kekurangan pada penemuan sebelumnya, Thomas Hancock menciptakan cara pembuatan baru yaitu proses vulkanisasi. Proses ini dilakukan dengan memanaskan dan mencampurkan karet alami dengan belerang dalam kondisi yang terkontrol. Penemuan Hancock ini juga awalnya menemui beberapa kekurangan, walaupun berhasil menciptakan bahan mantel hujan yang elastis namun dalam proses pembuatannya banyak bahan yang terbuang. Hancock kemudian menggunakan mesin yang disebut dengan “Mesticator”. Mesin ini merupakan mesin penghancur yang terbuat dari kayu. Dengan mesin ini, bahan-bahan yang tidak terpakai akan dihancurkan.

Setelah itu, pada abad ke-20 tepatnya setelah Perang Dunia Kedua jas hujan dengan bahan plastik dan nilon. Bahan ini menjadi sangat tenar dan banyak disukai karena mudah didesain, harga terjangkau, anti air, dan lebih mudah dalam proses pembuatannya. Salah satu bahan yang digunakan adalah Polyvinyl Chloride (PVC). Sejak saat itu, jas hujan terus berkembang bahkan dijadikan sebagai fashion. Berkembangnya waktu, mantel hujan juga semakin beragam, mulai dari jenis atau modelnya, otif, hingga warnanya. IBEX merupakan salah satu merek jas hujan yang terus berinovasi. IBEX menghadirkan berbagai jenis jas hujan yang trendy dan pastinya membantu kamu menjadi generasi anti ribet dalam menjalankan aktivitas sehari-hari meski di musim hujan sekalipun.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *