Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-graphql domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/ibexrain/public_html/wp-includes/functions.php on line 6114

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/ibexrain/public_html/wp-includes/functions.php on line 6114
Gerimis dan Hujan Deras, Kecepatannya Berbeda Saat Jatuh Ke Tanah?

Gerimis dan Hujan Deras, Kecepatannya Berbeda Saat Jatuh Ke Tanah?

·

·

Gerimis

Hujan Gerimis turun dengan lebih pelan dibandingkan dengan hujan deras yang turun dengan banyak limpahan air. Jika dilihat secara langsung, mungkin kecepatan hujan gerimis lebih lambat dibanding hujan deras. Tapi sebenarnya, apakah kecepatan air yang turun berbeda?

National Aeronautics and Space Administration menyebutkan, terdapat banyak kemungkinan terkait hal tersebut. Karena tetesan air hujan mungkin tidak terjatuh sama sekali, disebabkan kuatnya embusan angin mendatar atau horizontal. Apabila tidak ada angin mendatar, kecepatan air hujan maksimum 10 meter per detik untuk tetesan terbesar. Untuk mencapai ke tanah dari ketinggian 4.000 meter, tetesan air hujan akan menghabiskan waktu setidaknya 400 detik, berarti hampir 7 menit air akan sampai ke tanah. 

Melalui situs web Union University juga disebutkan bahwa kecepatan jatuhnya suatu benda meningkat sampai gaya hambatan udara ke atas sama dengan gravitasi ke bawah. Banyak variasi mengenai tetesan air hujan, tergantung massa. Karena itulah, kecepatan hujan gerimis dan hujan deras berbeda. Para ilmuwan mempertimbangkan bahwa tetesan air hujan rata-rata memiliki jari-jari sekitar 0,2 cm dengan massa kurang lebih 0,034 gram. Dari perhitungan itu, kecepatan hujan gerimis sekitar 9 meter per detik. Sementara itu, tetesan hujan yang lebih kecil dengan jari-jari 0,15 cm memiliki kecepatan sekitar 7 meter per detik. Secara umum berdasarkan ukurannya, tetesan air hujan jatuh antara 3 kilometer hingga 6 kilometer per jam.

Ilustrasi tetesan air hujan terbilang menarik, dikutip dari situs web University of Wisconsin, para illustrator menggambarkan tetesan hujan seperti bentuk air mata bagian bawah bulat dengan pucuk runcing. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu. Ketika air hujan jatuh, bentuknya lebih mirip roti hamburger. Hal tersebut disebabkan karena gaya tarik udara yang dilalui oleh air hujan. 

Meski kecepatan hujan gerimis dan hujan deras berbeda, keduanya sama-sama bisa menyebabkan tubuh demam. Cuaca yang tidak menentu membuat daya tahan tubuh menurun, apalagi ketika tiba-tiba hujan padahal sebelumnya panas terik. Maka dari itu, ketika akan keluar dari rumah, wajib untuk membawa perlengkapan untuk menghadang hujan. Selalu siapkan jas hujan yang aman dan nyaman dipakai saat hujan gerimis maupun hujan deras. Jas hujan Ibex hadir dengan bahan yang nyaman, aman dan ringan, perjalanan saat hujan tidak akan terganggu jika sedia Ibex selalu.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *